Senin, 15 Februari 2016

Pengertian Seni Teater

Pengertiaan  Seni Teater

Teater berasal dari kata Yunani, “theatron”  (bahasa Inggris, Seeing Place)  yang artinya tempat atau gedung  pertunjukan. Dalam perkembangannya, dalam pengertian lebih luas kata teater diartikan sebagai segala hal yang dipertunjukkan di depan orang banyak. Dengan demikian, dalam rumusan sederhana teater adalah pertunjukan, misalnya ketoprak, ludruk, wayang, wayang wong, sintren, janger, mamanda, dagelan, sulap, akrobat, dan lain sebagainya. Teater dapat dikatakan sebagai manifestasi dari aktivitas naluriah, seperti misalnya, anak-anak bermain sebagai ayah dan ibu, bermain perang-perangan, dan lain sebagainya.  


Selain itu, Definisi teater merupakan manifestasi pembentukan strata sosial kemanusiaan yang berhubungan dengan masalah ritual. Misalnya, upacara adat maupun upacara kenegaraan, keduanya memiliki unsur-unsur teatrikal dan bermakna filosofis. Berdasarkan paparan di atas, kemungkinan perluasan definisi teater itu bisa terjadi. Tetapi batasan tentang teater dapat dilihat dari sudut pandang sebagai berikut: “tidak ada teater tanpa aktor, baik berwujud riil manusia maupun boneka, terungkap di layar maupun pertunjukan langsung yang dihadiri penonton, serta laku di dalamnya merupakan realitas fiktif”, (Harymawan, 1993). 

Dengan demikian Arti Teater adalah pertunjukan lakon yang dimainkan di atas pentas dan disaksikan oleh penonton. 


Unsur-Unsur Seni Teater

1.       Unsur internal Teater :

-  Aktor
Aktor merupakan penunjang utama dalam teater. Dan aktor juga menghasilkan beberapa unsur diantaranya, unsur gerak dan suara.

-  Naskah
Naskah atau bisa disebut lakon dalam teater juga merupakan penunjang yang melahirkan berbagai unsur-unsur yang ada yaitu, aktor, pentas, sutradara, dan kostum.


-  Pentas
Pentas merupakan salah satu unsur yang menghadirkan keestetikan sebuah pertunjukan, karena pentas merupakan juga menghadirkan unsur penunjang yang di dalamnya ada property, tata lampu, dan alat-alat yang lain yang berkenaan dengan pentas.

-  Sutradara
Sutradara merupakan unsur yang mengarahkan semua unsur dalam sebuah seni pertunjukan. Mengarahkan seorang aktor, membedah naskah, melahirkan ide-ide tentang pentas yang mau 
 digunakan.


Kostum
Kostum adalah unsur penunjang yang membuat seorang aktor bisa kelihatan membawan wataknya yang bagaimana.
Unsur internal tersebut menyangkut bagaimana didalam pemintasan tersebut, karena bisa dikatakan unsur internal merupakan hatinya teater, bila tidak ada unsur internal tidak akan tercipta suatu pemintasan. Tetapi perlu perlu diketahui pula unsur internal tidak akan bisa berjalan tanpa unsur eksternal.



2.      
               Unsur Eksternal Teater
Unsur eksternal yaitu mengurus segala yang berkenaan dengan di luar pemintasan. Yaitu staf produksi, karena staf produksilah yang melakukan segala perlengkapan yang menyangkut pemintasan.

-  Staf Produksi
Staf produksi menyangkut manager tingkat produser atau pimpinan produksi sampai segala bagian dibwahnya (Tjokroatmojo dkk ). Adapun tugas masing-masing:
Produser/ pimpinan produksi
a.       Mengurus produksi secara keseluruhan
b.      Menetapkan personal (petugas), angran biaya, program kerja fasilitas dan sebagainya.

-  Derektor/ sutradara
a.       Pembawa naskah
b.      Koordinator pelaksanaan pementasan
c.       Menyiapkan aktor
-  Stage manager
a.       Pemimpin panggung
b.      Membantu sutradara

-  Desainer
Menyiapkan aspek-aspek visual:
a.       Setting (tempat, suasana)
b.      Property (perlengkapan pentas)
c.       Lighting (tata lampu)
d.      Costume (tata busana)
e.       Sound (pengeras suara)

-  Crew
a.       Bagian pentas
b.      Bagian tata lampu
c.       Bagian perlengkapan
d.      Bagian tata suara musik

-  Sutradara
Seorang sutradara memilih naskah, memilih aktor, melatihnya, dan lain sebagainya.
Asisten sutradara (asdos)
Membantu segala sesuatu yang dibutuhkan oleh seorang sutradara
Bagian-bagian
a.       Bagian make up                : menghias aktor
b.      Bagian lighting                   : mengatur tata cahaya pentas
c.       Bagian property                : menyiapkan segala properti yang dibutuhkan
d.      Dan lain sebagainya          :  tergantung kebutuhan produsi


Jenis-Jenis Seni Teater

1 Teater Boneka 





Pertunjukan boneka telah dilakukan sejak Zaman Kuno. Sisa peninggalannya ditemukan di makam-makam India Kuno, Mesir, dan Yunani. Boneka sering dipakai untuk menceritakan legenda atau kisahkisah religius. Berbagai jenis boneka dimainkan dengan cara yang berbeda. Boneka tangan dipakai di tangan sementara boneka tongkat digerakkan dengan tongkat yang dipegang dari bawah. Marionette, atau boneka tali, digerakkan dengan cara menggerakkan kayu silang tempat tali boneka diikatkan.

Dalam pertunjukan wayang kulit, wayang dimainkan di belakang layar tipis dan sinar lampu menciptakan bayangan 
wayang di layar. Penonton wanita duduk di depan layar, menonton bayangan tersebut. Penonton pria duduk di belakang layar dan menonton wayang secara langsung.

.


2 Drama Musikal 

Merupakan pertunjukan teater yang menggabungkan seni menyanyi, menari, dan akting. Drama musikal mengedepankan unsur musik, nyanyi, dan gerak daripada dialog para pemainnya. Di panggung Broadway jenis pertunjukan ini sangat terkenal dan biasa disebut dengan pertunjukan kabaret. Kemampuan aktor tidak hanya pada penghayatan karakter melalui baris kalimat yang diucapkan tetapi juga melalui lagu dan gerak tari. Disebut drama musikal karena memang latar belakangnya adalah karya musik yang bercerita seperti The Cats karya Andrew Lloyd Webber yang fenomenal. Dari karya musik bercerita tersebut kemudian dikombinasi dengan gerak tari, alunan lagu, dan tata pentas.
Selain kabaret, opera dapat digolongkan dalam drama musikal. Dalam opera dialog para tokoh dinyanyikan dengan iringan musik orkestra dan lagu yang dinyanyikan disebut seriosa. Di sinilah letak perbedaan dasar antara Kabaret dan opera. Dalam drama musikal kabaret, jenis musik dan lagu bisa saja bebas tetapi dalam opera biasanya adalah musik simponi (orkestra) dan seriosa. Tokoh-tokoh utama opera menyanyi untuk menceritakan kisah dan perasaan mereka kepada penonton. Biasanya juga berupa paduan suara. Opera bermula di Italia pada awal tahun 1600-an. Opera dipentaskan di gedung opera. Di dalam gedung opera, para musisi duduk di area yang disebut orchestra pit di 
 bawah dan di depan panggung.





 


3 Teater Gerak 

Teater gerak merupakan pertunjukan teater yang unsur utamanya adalah gerak dan ekspresi wajah serta tubuh pemainnya. Penggunaan dialog sangat dibatasi atau bahkan dihilangkan seperti dalam pertunjukan pantomim klasik. Teater gerak, tidak dapat diketahui dengan pasti kelahirannya tetapi ekspresi bebas seniman teater terutama dalam hal gerak menemui puncaknya dalam masa commedia del’Arte di Italia. Dalam masa ini pemain teater dapat bebas bergerak sesuka hati (untuk karakter tertentu) bahkan lepas dari karakter tokoh dasarnya untuk memancing perhatian penonton. Dari kebebasan ekspresi gerak inilah gagasan mementaskan pertunjukan dengan berbasis gerak secara mandiri muncul.

Teater gerak yang paling populer dan bertahan sampai saat ini adalah pantomim. Sebagai pertunjukan yang sunyi (karena tidak menggunakan suara), pantomim mencoba mengungkapkan ekspresinya melalui tingkah polah gerak dan mimik para pemainnya. Makna pesan sebuah lakon yang hendak disampaikan semua ditampilkan dalam bentuk gerak. Tokoh pantomim yang terkenal adalah Etienne Decroux dan Marcel Marceau, keduanya dari Perancis.

 


4 Teater Dramatik

Istilah dramatik digunakan untuk menyebut pertunjukan teater yang berdasar pada dramatika lakon yang dipentaskan. Dalam teater dramatik, perubahan karakter secara psikologis sangat diperhatikan dan situasi cerita serta latar belakang kejadian dibuat sedetil mungkin. Rangkaian cerita dalam teater dramatik mengikuti alur plot dengan ketat. Mencoba menarik minat dan rasa penonton terhadap situasi cerita yang disajikan. Menonjolkan laku aksi pemain dan melengkapinya dengan sensasi sehingga penonton tergugah. Satu peristiwa berkaitan dengan peristiwa lain hingga membentuk keseluruhan lakon. Karakter yang disajikan di atas pentas adalah karakter manusia yang sudah jadi, dalam artian tidak ada lagi proses perkembangan karakter tokoh secara improvisatoris (Richard Fredman, Ian Reade: 1996). Dengan segala konvensi yang ada di dalamnya, teater dramatik mencoba menyajikan cerita seperti halnya kejadian nyata.


5 Teatrikalisasi Puisi

Pertunjukan teater yang dibuat berdasarkan karya sastra puisi. Karya puisi yang biasanya hanya dibacakan dicoba untuk diperankan di atas pentas. Karena bahan dasarnya adalah puisi maka teatrikalisasi puisi lebih mengedepankan estetika puitik di atas pentas. Gaya akting para pemain biasanya teatrikal. Tata panggung dan blocking dirancang sedemikian rupa untuk menegaskan makna puisi yang dimaksud. Teatrikalisasi puisi memberikan wilayah kreatif bagi sang seniman karena mencoba menerjemahkan makna puisi ke dalam tampilan laku aksi dan tata artistik di atas pentas.


Keunikan Wayang Golek

Keunikan Wayang Golek
Keunikan Wayang Golek | Foto : bobmerdeka.com
Salah satu seni tradisional khas Sundaadalah wayang. Wayang merupakan salah satu warisan nenek moyang bangsa. Banyak suku di Indonesia yang memiliki wayang khas masing-masing. Suku Sunda juga mempunyai salah satu pertunjukan wayang khas yang disebut dengan nama Wayang Golek. Wayang yang masih mengambil latar belakang cerita Ramayana dan Mahabharata ini masih tetap digemari hingga saat ini.
Wayang purwa ini berasal dari gagasan Bupati Bandung tahun 1840-an, Dalem Karang Anyar dengan Ki Darman, seorang dalang wayang kulit asal Tegal dan tingal di Cibiru. Dalem Karang Anyar ini memodifikasi wayang dengan memakai bahan dasar kayu lame dan ditatah lebih halus. Wayang menjadi berbentuk lebih mirip manusia dibandingkan dengan wayang kulit.

Keunikan Wayang Golek, Seni Tradisional Khas Sunda

Seni tradisional khas Sunda kemudian dikenal dengan sebutan wayang golek. Wayang golek berbentuk seperti boneka manusia yang bisa digerakkan oleh dalang. Keturunan Ki Darman bahkan hingga saat ini masih banyak yang membuat wayang golek. Beberapa tempat pembuatan wayang golek antara lain di Sukabumi, Bogor, Karawang, Indramayu, Garut, Cirebon, Ciamis, Cimareme, Ciparay, dan Cibiru.
Wayang golek mengambil cerita dari epos Ramayana dan Mahabharata yang sudah disesuaikan dengan budaya nusantara. Pagelaran wayang golek biasanya dimulai pukul sepuluh malam hingga dini hari. Pertunjukkan dini dipentaskan di tanah lapang atau sebuah gedung. Pertunjukkan seni tradisional khas Sunda ini biasanya dimainkan dalam acara-acara tertentu, seperti ulang tahun sebuah lembaga atau kota, sunatan, hingga perkawinan.
Berbeda dengan wayang kulit, wayang golek tidak memakai layar dan lampu sorot untuk membentuk bayangan. Golek yang berupa boneka tiga dimensi bisa ditonton secara langsung tanpa memakai layar. Pagelaran wayang golek dipimpin oleh dalang yang memainkan wayang dan menuturkan cerita. Selain itu tentu saja ada gamelan Sunda yang mengiringi pertunjukkan seni tradisional khas Sundatersebut.
Pagelaran wayang golek memakai Bahasa Sunda dengan pakem-pakem yang agak berbeda dengan wayang kulit. Beberapa pakem adegan yang ada dalam wayang golek adalah : babak unjal, nagara sejen, patepah, perang gagal, panakawan, perang kembang, perang raket, dan tutug. Wayang golek juga kadang dipakai untuk meruwat, membersihkan, seperti halnya wayang kulit. Ruwatan merupakan salah satu upacara untuk menghindarkan seorang anak dari pengaruh buruk Bathara Kala yang membawa kesialan dalam hidup.

Saat ini pertunjukan seni tradisional khas Sunda lebih banyak dimaksudkan untuk hiburan saja. Wayang sendiri sudah banyak dibeli untuk keperluan koleksi dan penghias rumah. Pertunjukkan tradisional masih banyak memiliki penggemar, walau kebanyakan dari generasi tua. Generasi muda sudah banyak yang terasingkan dari budaya tradisional ini. Perlu usaha yang lebih agar seni tradisional ini tetap lestari dan digemari oleh berbagai macam lapisan masyarakat
Sumber : Sebandung.com